
Puisi-puisi Asep Sambodja
Padang Gempa
bencana ini menghantam-hantam dadaku
sudah berkali-kali Indonesia dihantam gempa
membabibuta dimana-mana
lempengan-lempengan bumi meradang karena luka
meruyak meruak kemana-mana
dan kini Padang pun meradang karena luka
terkoyak tercabik-cabik gempa
Indonesia berduka
aku terluka
terluka
luka
Citayam, 2 Oktober 2009Padang Luka
Ia membuat tanda di jalan-jalan
Ia merubuhkan gedung dan bukit-bukit
mereka menangis dan menahan sakit
Ia mengutus lebih dari 1.000 malaikat pencabut nyawa
lebih dari 1.000 orang mati
dan Padang pun terluka
anjing-anjing dikerahkan mengendus
orang-orang yang terkubur dinding beton
dan terpendam dalam tanah basah
aku seperti terbiasa membaca gempa
beribu orang mendadak mati
berjuta orang harus tabah lagi
Padang terluka, namun
Ia senantiasa menyimpan rahasia
Rahasia
yang hanya bisa terkuak
lewat jalan mati
Citayam, 2 Oktober 2009
Padang Tangis
ia berupaya tak mengeluarkan airmata
karena tahu, apalah guna airmata
bagi rumah rubuh tergoyang gempa
sungguh, ia berupaya bisa menerima semua ini,
takdir ini, dengan tidak menangis
ia bertahan pada keyakinannya
bahwa Tuhan segala-galanya
pembuat rencana
ia tetap yakin
bahwa inilah teguranNya
agar kita tak memalingkan muka
karenanya ia mencoba tak mengeluarkan airmata
tapi tangis anak yang dibimbing
dan bayi yang menatap sunyi
dalam gendongan
tak bisa membuatnya bertahan
ia memang tak menangis
tapi seluruh tubuhnya luka
jiwanya hampa
Citayam, 4 Oktober 2009
Kisah Orang-orang Dermawan Kita
aku selalu takjub pada orang-orang dermawan
yang muncul bagai laron-laron
berbondong menolong
lihatlah setelah gempa
mereka berduyun-duyun datang
bagai laron-laron
untuk membantu korban
aku selalu takjub pada mereka
yang datang seperti laron-laron itu
orang-orang dermawan itu menolong korban
bagaikan laron yang membutuhkan cahaya
mereka menolong yang mereka bisa
tanpa memikirkan diri sendiri
tak peduli sayap-sayap mereka
terbakar panas cahaya
orang-orang dermawan itu
selalu menakjubkanku
sungguh menakjubkan!
hingga terbaca olehku firman dariNya
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu
ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu
ada kemudahan.”
Citayam, 4 Oktober 2009Doa Musa Sesudah Gempa*)
ya Allah
kalau Kau kehendaki
tentu Kau binasakan kami sebelum ini
apakah Kau membinasakan kami
karena perbuatan orang-orang bebal di antara kami?
itu hanyalah cobaan dariMu
Kau sesatkan dengan cobaan itu
siapa yang Kau kehendaki
dan Kau beri petunjuk
pada yang Kau kehendaki
Kaulah yang memimpin kami
maka ampuni kami
dan berilah rahmat
Kaulah pemberi ampun
yang sebaik-baiknya
dan tetapkan untuk kami
kebajikan di dunia dan akhirat
sesungguhnya kami kembali bertobat
padamu ya Allah
Citayam, 4 Oktober 2009*)
dari surat Al A’raaf ayat 155-156